Lewati ke konten utama

Ultimate AntiBot — Instalasi dan Konfigurasi

Panduan ini menjelaskan langkah cepat instalasi, konfigurasi awal, dan pengaturan yang direkomendasikan untuk plugin Ultimate AntiBot (Firewall, Anti-VPN) pada server Spigot/Paper yang menggunakan BungeeCord atau Velocity. Fokus: hentikan bot dan koneksi VPN secara efektif tanpa mengganggu pemain legit.


Ringkasan singkat​

  • Plugin ini bertujuan memblokir bot, flood login, dan koneksi VPN/proxy pada level server atau proxy (BungeeCord/Velocity).
  • Pasang di semua backend Spigot/Paper, serta di proxy (Bungee/Velocity) jika tersedia fitur integrasi.
  • Rekomendasi awal: aktifkan mode logging/monitor dulu, gunakan blok VPN selektif, lalu aktifkan blocking penuh setelah observasi.

Prasyarat​

  • Server: Spigot/Paper/Purpur kompatibel.
  • Proxy (opsional): BungeeCord atau Velocity untuk proteksi di tingkat proxy.
  • Plugin pendukung: LuckPerms (untuk pengecualian staff), MySQL jika plugin mendukung sinkronisasi data, CoreProtect untuk audit jika diperlukan.

Instalasi singkat​

  1. Download file .jar plugin dari sumber resmi seperti dari SpigotMC.
  2. Salin JAR ke folder plugins/ pada setiap server backend Spigot/Paper yang ingin dilindungi.
  3. Jika ada integrasi proxy, pasang JAR juga pada instance BungeeCord atau Velocity sesuai dokumentasi plugin.
  4. Restart server/proxy untuk menghasilkan folder konfigurasi plugin.

Konfigurasi awal (wajar dan aman)​

  1. Backup konfigurasi default (folder plugin di plugins/UltimateAntiBot/).
  2. Buka file konfigurasi utama (biasanya config.yml atau settings.yml).
  3. Mulai dengan mode observasi:
    • Set action default ke log atau challenge (mis. captcha) alih-alih kick/ban.
    • Aktifkan verbose logging untuk 24–72 jam untuk melihat pola false positive.
  4. Atur anti-VPN:
    • Aktifkan pemeriksaan VPN/proxy; gunakan daftar hitam terkelola (plugin biasanya punya integration ke provider VPN DB).
    • Set level sensitivitas sedang; jangan langsung auto-ban untuk VPN karena beberapa pemain sah menggunakan VPN.
  5. Atur rate-limiting dan anti-join-flood:
    • Batasi jumlah koneksi dari satu IP dalam rentang waktu singkat.
    • Aktifkan throttle pada tahap pre-login (jika plugin mendukung).
  6. Atur pengecualian staff:
    • Buat grup staff di LuckPerms dan beri node bypass agar tidak terdampak mekanisme anti-bot saat troubleshooting.

Contoh pengaturan ringkas (konsep, sesuaikan nama node di config plugin):

mode: observe
vpn-check: true
vpn-action: challenge
join-rate:
max-attempts: 5
per-seconds: 10
bypass-groups:
- moderator
- admin
logging:
verbose: true

Integrasi dengan BungeeCord / Velocity​

  • Pasang plugin pada proxy jika ingin memblokir bot sebelum mencapai backend; ini mengurangi beban server backend.
  • Jika plugin menyediakan mode proxy-only atau sinkronisasi, aktifkan agar keputusan blocking konsisten di seluruh jaringan.
  • Pastikan konfigurasi proxy forward (IP forwarding, plugin messaging channel) benar agar plugin mengenali IP klien asli dan group/permission sinkron.

Captcha / Challenge Flow (opsional)​

  • Aktifkan challenge (captcha/minigame) pada pre-login untuk memisahkan bot otomatis dari pemain manusia.
  • Gunakan tantangan singkat (gambar teks atau kode) yang mudah untuk pemain, sulit untuk bot.
  • Tetapkan waktu timeout (mis. 60 detik) sebelum kick otomatis.

Testing dan rollout​

  1. Jalankan fase observasi 48–72 jam; catat IP yang terdeteksi dan pola false positive.
  2. Uji skenario: banyak koneksi dari satu IP, VPN client, client dengan header aneh.
  3. Setelah yakin, ubah mode: observe → mode: block atau aktifkan kick/ban untuk skenario tertentu (VPN berulang, join flood).
  4. Monitor server load dan feedback pemain selama 1 minggu pasca-rollout.

Troubleshooting singkat​

  • Banyak false positive VPN: turunkan sensitivitas atau ubah action dari ban menjadi challenge/kick.
  • Staff tidak bisa login: pastikan group staff punya node bypass di LuckPerms.
  • Beban CPU/latency meningkat: pastikan plugin melakukan pemeriksaan asinkron; aktifkan cache atau gunakan proxy-level blocking.
  • Sinkronisasi antar-backend gagal: cek koneksi database/MySQL jika plugin memakai sinkronisasi, dan pastikan waktu restart konsisten.

Kebijakan penegakan yang disarankan​

  • Tahapan: observe/log → challenge (captcha) → kick sementara → ban sementara → ban permanen untuk pelanggaran berulang.
  • Simpan daftar IP terkena tindakan dan sediakan mekanisme banding (Discord atau form).
  • Jangan auto-ban hanya berdasarkan VPN deteksi sekali; gunakan pola berulang atau pelanggaran tambahan sebagai dasar ban permanen.

Jika mau, sebutkan apakah servermu memakai BungeeCord atau Velocity, versi Spigot/Paper, dan apakah kamu ingin saya susun contoh file konfigurasi config.yml yang disesuaikan untuk servermu.